Mandailing Natal, 28 November 2025 – Jajaran Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) menunjukkan kepedulian mendalam terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut melalui program “Adhyaksa Peduli”.
Respons cepat ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Dr. Harly Siregar, S.H., M.Hum. Kunjungan lapangan dipimpin langsung oleh Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madina, Yos A Tarigan, S.H., M.H., M.Ikom, didampingi oleh para Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubagbin). Tim Adhyaksa Peduli menyambangi posko pengungsian di Desa Muara Batang Angkola pada hari Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kajari Yos A Tarigan menyampaikan bahwa respons terhadap bencana adalah tanggung jawab bersama. Pihaknya berharap kondisi di lokasi segera pulih, air semakin surut, dan hujan mereda.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama dan diharapkan keadaan segera pulih, air semakin surut dan hujan mereda,” ujar Yos.
Kejari Madina memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan di pengungsian, terutama anak-anak. “Untuk anak-anak kita beri perhatian khusus, ada susu dan makanan biskuit serta kita sempatkan bermain bersama mereka,” tambahnya.
Selain menyalurkan sembako berupa 15 dus mie instan, 10 dus Milo kotak, 6 dus roti, 15 papan telur, 10 kilogram gula, serta 10 kotak kopi dan teh, tim Adhyaksa Peduli juga membagikan susu dan biskuit untuk anak-anak serta menyempatkan diri bermain bersama mereka sebagai bentuk dukungan moral. Bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi dan keikhlasan seluruh pegawai Kejari Madina yang dikumpulkan secara rutin dan terkoordinasi agar tepat sasaran.
Saat ini, posko bantuan terpusat di SD Negeri 037 Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, di mana telah didirikan satu unit dapur umum dan satu unit tenda pengungsi.
Berdasarkan hasil pemantauan di Posko Siaga Banjir, terdapat sekitar 518 jiwa pengungsi dari Desa Muara Batang Angkola dan Desa Tanggabosi 3 yang menempati delapan ruang kelas di SDN 037 Tanggabosi III, ditambah satu tenda pengungsi sehingga total titik penampungan mencapai sembilan lokasi. Pengungsi tersebut terdiri dari 70 lansia laki-laki, 120 lansia perempuan, 106 laki-laki dewasa, 150 perempuan dewasa, dan 72 balita. Untuk mendukung kebutuhan konsumsi, telah didirikan satu unit dapur umum di area posko. Hingga saat ini, kebutuhan paling mendesak di pengungsian meliputi makanan balita, perlengkapan kebersihan pribadi seperti sabun dan sikat gigi, serta deterjen untuk mencuci pakaian.
Satriawira, Kepala Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Kejari Madina atas kedatangan, perhatian, dan bantuan sembako yang diberikan, khususnya fokus pada susu dan biskuit untuk anak-anak.
“Ini merupakan perhatian khusus dari Kejari yang berbeda dari bantuan lainnya, kami merasakan perbedaannya, karena anak-anak juga diajak bermain bersama. Salam hormat kami untuk Bapak Kajati Sumut yang cepat mengarahkan Bapak Kajari untuk memberikan perhatian kepada anak-anak” ungkap Satriawira.
Kegiatan Adhyaksa Peduli ini turut dihadiri oleh Kapolsek Siabu, Iptu R. Nasution, dan Danramil 12/Siabu, Kapten Inf Syaiful Abdi, sebagai wujud sinergi Forkopimda dalam penanganan bencana. Kehadiran Kejaksaan Negeri Madina di tengah pengungsi tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menjadi penguat moral bahwa negara hadir untuk masyarakat dalam situasi sulit. Melalui aksi kemanusiaan ini, Kejari Madina berharap pemulihan pasca banjir dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan tetap terkoordinasi.


#kejarimadina #bantuanuntukpengungsikorbanbanjirsiabu
